Angan Mendaki dengan Kawan
Sungguh naïf bila keindahan itu tidak membuat hati seseorang kagum, bahkan kontras dengan apa yang aku rasa. Mungkin hal itu perlu dirasakan oleh para khalayak disana terutama para mereka wakil rakyat dan pejabat agar mereka tahu dan sadar bahwa Negara mereka, Negara kita ini benar-benar indah sehingga keindahan itu patut untuk di dijaga dan diperjuangkan.
Kalaupun boleh saya mencurahkan angan dan keinginan saya mengenahi keindahan itu, sebetulnya saya ingin mengajak beberapa orang untuk menjumpai dan mersahkan keindahan itu. Saya tidak ingin keindahan itu hanya diketahui leh sebagian orang saja. Mengarungi setiap tikungan, tanjakan, dan turunan merasakan betapa nikmatnya air gunung setelah menahan haus yang teramat sangat. Berjuang lebih keras, berjalan lebih lama, menahan kantuk yang menerjang tanpa henti. Itu semua dilalui dengan semangat yang ada. Bergelut dengan udara gunung yang dingin dan mencoba menemukan kehangatan dibalik ikatan persahabatan. Itu semua akan mengajarkan kita. Secara tidak langsung alam menunjukan apa-apa yang menuru kita biasa, sebetulnya memilki arti yang luar biasa. Mengerti pentingnya bagaimana itu sahabat. Arti waktu dan semua kesempatan yang telah diberikan kita oleh Sang Pencipta Alam Allah SWT.
Entak kenapa saya merasakan pendakian kali ini berbeda dengan bisasanya, padahal aku sering menjelajahi puncak-puncak gunung bersema dirinya. Ialah Tyo teman seperjuanganku. Terasa ada factor X yang membuat lain pendakian ini dari pendakian-pendakian yang sebelumnya. Entah itu kerena kerinduanku soal mendaki gunung atau memang benar-benar ada factor dari X. Berjuang bersama dua makluk X dan mengarungi segala rintangan, perjuangan dan petualangan itu dilakukan bersama si X sehingga pengalaman ini akan membekas lama dalam ingatan bahklan tidak bisa dilupakan.
Saya memiliki teman wnita, dia berperangai agak tomboy. Tampaknya dia juga memiliki rasa yang sama yaitu berpetualang dialam bebas. Maukah dia mendaki gunung bersamaku? Apkah hati ini benar-benar menginginkannya untuk berjalan digunung bersamaku?. Untuk sahabatku Tyo ayang baik hati, yang teguh terhadap apa yang dipilih. Harapan saya dia juga mau mendaki bersamaku sekaligus membawa teman wanita spesilanya yang pantas dan berhak mendapatkan keindahan dari alam. Sehingga perjalanan terdiri lebih dari satu pasangan. Wanita dan laki-laki memiliki jumlah yang sama. Diharapkan muncul ikatan yang kuat diantara kita. Ikatan yang tersulam dari benang-benang kasih dan sayang.
Sampai saat ini jarak dan waktu yang menjadi tembok pembatas antara kita. Mereka berada dimasing-masing kota yang berbeda. Mungkinkah angan-angan ini kan terwujud? Kapan? Dimna?. Hanya Allah yang tahu. Waktu pasti akan memberikan jawabannya. Allah akan memberikan kesempatan itu bagi yang mau memperjuangkan kesempaan itu. Kesempatan bisa muncul dari mereka yang mau berusaha lebih keras. Saat ini harapan dan doa saya kepada Allah agar memperkenankan kami berjumpa di suatu saat yang indah kelak. Amin,,,

