Ageza R.I.K.

Depok, 10-09-2011
At: 16.46 WIB
Ageza Rizki Indra Kharisma, seorang wanita yang pernah menjadi bagian dalam hidupku. Batinku pernah terisi oleh bayangannya. Ia tinggal di perumnas Made dan pernah satu sekolahan sewaktu duduk di sekolah menengah pertama. Ibunya bernama Yayuk dan ayahnya bernama Agung. Gadis yang akrab dipanggil Geza itu bukan nak tunggal, ia memiliki adik laki-laki. Aku tinggal di 7B sedangkan dirinya 7H di SMP N 1 Lamongan yang menjadi favorit di kota Lamongan. Aku cinta padanya diapun juga sama seperti itu, dia adalah pacar pertamaku ketika di SMP.
Teringgat waktu itu aku menyatakan cintaku padanya di atas gedung tingkat satu dibagian barat yang menghadap ketimur. Aku tertawa sendiribila mengingatnya. Pasti ada rasa ragu dan takut untuk hal itu, tapi teman baikku Probo Dwi Sasongko(koko) mng=dorongku untuk menyatakan apa yang aku rasa. Sebenarnya bukan hanya Koko saja yang mendukungku, dari pihak Geza juga. Temannya yang kerap dipangil Rizka mengusulkan aku harus menembaknya karena aku laki-laki dan Geza perempuan. Dengan serumput bunga plastik tergenggam di tangan aku melangkah menghampiri geza yang sedang berdiri bersama teman-temannya. Ternyata teman-temannya itu dapat membaca niatku, mereka pun pergi meninggalkanku berdua walau sesungguhnyatidak berdua saja, masih ada kakak kelas disana yang menjadi saksi pernyataan cintaku pada si wanita itu. Dengan bermandikan keringat dingin dan entah kenapa tiba-tiba lidah ini kaku tak dapat di gerakkan. Pastinya keringatku semakin mengucur deras, dan keheningan terjadi disana. Geza membuka pembicaraan dengan melontarkan sebuah pertanyaan “ada apa zi??,,) dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Segera aku akhiri kesunyian ini dengan pernyataan,” mau nggak kamu jadi pacar aku??” sebari menyodorkan serumpun bunga yang aku genggam. Geza tidak langsung memberi jawaban mau atau tidak, ia berpikir-pikir ria sejenak. Tidak ada kata-kata yang terucap dari bibirnya yang mungil. Ia hanya memberikan isyarat bahwa dirinya menerima permintaanku hanya dengan anggukan kepala. Tersa hilang semua beban yang ada, aku tak bisa lama-lama disana. Aku pamit langung turun ke bawah. Sorakan dari kakak kelas mengiringi langkahku, akupun semakin malu dibuatnya.
Aku beruntung kenal dan dipertemukan dengannya, bersyukur pernah menjadi bagian hidupku. Sosoknya yang tegar dengan jilbabnya yang selalu terlihat modis. Hatinya yang baikl itu juga semakin membutku tertawan dalam balutan cintanya. Meski dirinya tergolong orang yang berada tetapi dia tidak memandang orang lain dari segi materinnya, itu yangmembuat aku salut padannya. Buktinya saja dia mau menjadi pacar dari seorang yang tergolong sederhana. Dirinya menerimaku dengan tangan terbuka dan tanpa ada rasa malu-malu. Tidak seperti kabebyakan gadis saat ini, mereka memandang harta adalah segalahnya. Gadis seperti Ageza Rizki Indra Kharisma sangat sulit ditemui dan terbilang langka. Jarang sekali aku mnemui yag demikian. Dirinya ibrat permata yang terjaga begitu indah, memang benar semua yng indah toidak begitu mudah untuk ditemukan mesti butuh perjuangan dan pengorbanan yag berarti.
Kini ia menempuh pendidikan di POLINEMA (politenik negeri malang) di kota Malang dengan jurusan Manajemen Informatika. Kini kehidupan kita sudah berbeda memiliki kehidupan masing-masing dan aku boerdoa,”semoga kita dipertemukan kembali dikehidupan yang akan datang dalam kondisi yang lebih baik. Amiin”.

bbuuuooookkk..
llelly.ne nang endi?