Wanita Setia pada Pasangan 0 komentar



Seperti biasanya setiap hari jumat saya melaksanakan sholat jumat di masjid yang tak jauh dari tempat kerja. Saya berjalan menyusuri trotoar jalan dengan jamaah lain yang memiiki niatan sama. Panas matahari yang menyengat kulit tak mengurungkan niatan kami. Tak begitu lama saya tiba di masjid KH.M.Yusuf yang terletak di dalam komplek perumahan elit Pesona Kahyangan. Segera saya ambil wudlu, kondisi di tempat itu belum terlalu padat sehingga saya tidak perlu mengantri.
Sejurus kemudian saya berada di lantai dua. Sengaja saya memilih lantai paling tinggi karena selain tempatnya menyenangkan, saya bisa melihat jamaah lain dari atas dengan jelas, ditambah anginnya yang semilir mampuh menambah kenyamanan dalam beribada. Khotib mulai berkutbah, berbagai ekspresi muncul dari pra jamaah. Ada yang khusuk mendengarkan ceramah ada pulah yang tertidur. Mungkin dikarenakan kondisi tubuh yang lelah, meskipun begitu mereka masih sempat meluangkan waktu untuk menghadap sang Pencipta
Sholat jumat telah selesai dan saya beranjak turun. Ada hal lain yang menarik perhatianku, mungkin orang lain juga demikian. Ada seorang wanita disana, anehnya dia tidak mengenakan mukenah dan berada dikalangan pria, hanya saja pakaiannya tertutup rapat. Ia mendekati seorang lelaki di antara banyak laki-laki yang ada disana, kemudian wanita itu mencium tangan seorang lelaki tersebut dengan penuh takdzim. Rasa penasaranku semakin bertambah. Tampaknya lelaki itu adalah suaminya. Diam-diam aku terus memperhatikan pasangan itu hingga ia keluar dari halaman masjid. Subhanallah,, dan aku menemukan suatu ketakjuban dari wanita tersebut. Suatu kelebihan yang jarang aku temui pada wanita kota kebanyakan. Ternyata lelaki itu mengalami cacat fisik yaitu tuna netra. Ia membutuhkan bantuan untuk melakukan aktifitasnya termasuk menjalankan ibadah jumat.
Yang membuatku kagum, wanita itu begitu sabar melayanai suaminya yang memiliki kekurangan. Dengan sabar menuntun lelaki itu dan membawanya masuk kedalam mobil. Tampak dari raut wajahya ia tidak malu memiliki sumai yang cacat. Sudah cantik solekha lagi, beruntung lelaki itu. Semua itu menimbulkan pertanyaan dalam pikiran saya. Mengapa wanita secantik itu tidak mencari pasangan lain yang lebih sempurna?? Apakah ia benar-benar tulus melayani sang suami??. Jika terlihat dari gelagatnya wanita itu memang tulus dan setia pada pasangannya. Jika tidak mengapa wanita itu dengan repot mengantarkan suaminya ke masjid dan menunggu begitu lama hingga selesai. Sungguh besar kuasa Allah atas yang demikian. Misal saja wanita didunia ini seperti wanita itu, dengan kesetiaan yang berlandaskan taqwa mungkin tidak ada hal-hal yang tidak dinginkan. Tetapi Allah lebih mengetahui dari hambanya, dan pasti memiliki rencana lain. Berusahalah kalian para wanita untuk senantiasa setia pada pasangan anda. (och)

Peta 0 komentar



Di era sekarang mungkin sudah tidak jaman lagi berpergian dengan membawa peta karena sudah ada alat yang lebih modern sebagai pembantu penunjuk arah. Mungkin kita akan ditertawakan bila kemana-mana menenteng peta suatu wilaya pada masa yang serba instant ini. Kita akan dianggap kuno karena sudah ada alat GPS (global positioning system) sebagai solusi yang baik. Sudah banyak para penempuh rimba menggunakan GPS sebagai alat bantunya. Disini letak hal yang disayangkan hingga kita ketergantungan dengan itu yang menjadikan kita malas untuk berusaha sedikit keras. Dengan dalat yang mudah, otak kita jadi kurang berfungsi secara maksimal.. Coba kita bayangkan bila kita tersesat ditengah hutan yang lebat dimana sinyal alat elektronik tidak dapat di akses dengan baik, sedangkan kita tidak memahami penggunaan peta dan kompas secara manual. Entah apa yang terjadi pada nasib kita.

Dikesempatan ini saya akan memaparkan seputar PETA. Peta sudah dikenal sejak jaman sebelum masehi. Pertamakali diciptakan oleh orang mesir, tentu saja bukan skala internasional. Mereka memetakan tanah milik mereka yang subur diatas tanah liat kemudian dibakar. Peninggalan itu masih bisa disaksikan di museum Semit Harvard, Amerika Serikat. Pembuatan peta berada pada puncaknya ketika Cristoper Colombus tahun 1492 menemukan benua Amerika. Meski keakuratan peta masa itu blm akurat seperti sekarang, tetapi tidak bisa diremehkan begitu saja. Misalnya Sebastian Munster ahli kartografi Jerman (1450) yang mampu membuat gambar benua afrika persis seperti aslinya. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan muncullah pencipta peta yang lain seperti Brhadus Mercator, Abraham Ortellius,dll. Di indonesia sendiri pembuatan peta ada pada abad 18 oleh pemerinta Hindia Belanda yang difungsikan untuk menguasai tanah Indonesia. Kemudian setelah Belanda pergi dari Indonesia, tugas ini dilanjutkan oleh direktoral topografi Angkatan Darat. Kemudian pada tahun1969 dilanjutkan oleh Badan Kordinasi Survei dan Pemetaan Nasional.

Definisi dari peta sendiri ialah gambaran dari permukaan bumi atau sebagian yang diproyeklsikan dalam bidang datar atau dua dimensi dengan perhitungan tetentuyang dinamakan skala.

Peta memiliki jenis yang beragam, secara umum dibedakan menjadi dua :

· Peta Umum :

1. Peta dunia yang berskala 1: 16.000.000

2. Peta Topografi

3. Peta transportasi/ navigasi udara

4. Peta jalan (road map)

· Peta Tematik :

Peta yang menunjukan atau menekankan sejumlah tema tertentu

1. Peta angina

2. Peta curah hujan

3. Cuaca

4. Peta distribusi penduduk dll

Berdasarkan keadaan medan peta dibadi menjadi 3 :

  1. Peta dunia ; permukaan bumi yang digambarkan seluruhnya, atau dibagi menjadi dua bagian yang sama.
  2. Peta Lautan ; gambar suatu lautan atau sebagian laut beserta panta, pulau karang, kedalaman laut dan sebagainya.
  3. Peta Daratan ; gambar daratan yang digunakan untuk suatu kepentingan tertentu misalnya irigasi, pembuatan jalan dll. Peta udara iala peta daratan yang dipotret melaui udara

Sebagai tambahan pengetahuan, kita perlu mengenal peta darat yang ada dalam dunia militer ;

1. Peta Iktisar/strategi digunakan untuk penyerangan bersifat detail dan terperinci biasa berskala 1:250.000

2. Peta Topografi memiliki skala 1:200.000(perhitungan pasti), skala 1:500.000(digunakan oleh pasukan infantri), skala 1:25.000(digunakan oleh alteleri, pengembara, dan pecinta alam)

3. Peta Bagan (dibuat oleh jawatan/dinas topografi)

4. Peta Bagan (dibuat sndiri) biasa digunakan oleh para pramuka untuk menentukan lokasi kemah, atau perlengkapan laporan perjalanan

5. Peta Panorama, gambar medan secara prespektif dalam militer digunakan oleh alteleri, dan para pendaki gunung menggunakan ini untuk mempelajari medan atau tebing yang akan dilalui

6. Oleat Calque, tiruan dari peta asli biasanya yang digambar adalah hal-hal yang dianggap penting saja

7. Peta Udara ialah reproduksi dari potret-potret udara yang dibagi garis koordinat. Maka peta udara ini digolongkan dalam peta darat.

Tidak banyak hal yang saya sampaikan, lebih baik sedikit dari pada tidak samasekali. Hal yangs edikit ini semoga bermanfaat untuk siapa saja yang mencintai olahraga petualangan. Khususnya para pencinta alam.